I. Ridha
A. Pengertian Ridha
Ridha
berasal dari kata (رضي – يرض- رضا و رضوانا)
yang telah terserap ke dalam bahasa Indonesia dan kamus bahasa Indonesia, kata
tersebut diartikan: “rela, suka, senang hati”.jadi ridha adalah ketetapan hati
untuk menerima segala keputusan yang sudah ditetapkan.
B. Karakteristik sikap Ridha
1. Makna ridha
terhadap Allah sebagai Tuhan ialah merasa benci terhadap peribadatan kepada
selain-Nya. Firma Allah: “.
Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, Padahal Dia
adalah Tuhan bagi segala sesuatu. dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan
kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak
akan memikul dosa orang lain[526]. kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan
akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.".(Qs. Al-An’am: 164)
2. Ridha dengan apa yang
datang dari Allah, baik dalam bentuk perintah maupun larangan.
3. Ridha terhadap qodha
dan qadar Allah. Sesungguhnya pilihan Allah untuk hamba-Nya ada dua macam:
pertama, pilihan keagamaan dan syariat. Hamba tidak diwajibkan untuk memilih
selain dengan apa yang telah dipilihkan oleh Allah yaitu Islam sebagai agama.
Kedua, ikhtiar kauni qadari (pilihan yang berkenaan dengan alam dan takdir)
yang dipilihkan oleh Tuhan, seperti musibah yang ditimpakan kepada seorang
hamba, seorang hamba itu boleh menuju takdir yang dapat menghindarinya.
C.
Nilai positif sikap Ridha
Seorang
Muslim harus ridha kepada Allah, karena seorang Muslim menyadari bahwa Allah
lah yang menciptakan alam semesta dan seluruh isinya. Seorang Muslim juga ridha
kepada Rosul dan jihad pada jalan-Nya. Artinya, Allah dan Rosul-Nya sebagai
pilihan yang harus diperjuangkan sesuai dengan syariat yang telah
diturunkan-Nya. Setiap Muslim berkewajiban untuk menerima segala ketentuan dan
ketetapan Allah, ataupun Rosul-Nya sebagaimana adanya. Artinya penerimaan
seorang Muslim terhadap ketentuan Allah harus mengikuti teladan Rosulullah.
Rosulullah menerangkan bahwa seseorang akan merasakan kemanisan iman tatkala dia mampu mencintai Allah dan Rosul-Nya lebih dari segala-galanya. “barang siapa yang terdapat padanya 3 perkara, maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu: Ridha kepada Allah dan Rosul-Nya melebihi Ridhanya kepada yang lain-lain. Ridha kepada manusia karena Ridha kepada Allah semata-mata. Membenci terhadap kekufuran seperti kebenciannya bila dilemparkan ke dalam api neraka.”. (H.R. Bukhori dan Muslim).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar