Sabtu, 15 Juni 2013

Materi Ajar Tentang Ridho



         I.     Ridha

A.  Pengertian Ridha

Ridha berasal dari kata (رضي – يرض- رضا و رضوانا) yang telah terserap ke dalam bahasa Indonesia dan kamus bahasa Indonesia, kata tersebut diartikan: “rela, suka, senang hati”.jadi ridha adalah ketetapan hati untuk menerima segala keputusan yang sudah ditetapkan.

B.  Karakteristik sikap Ridha

1. Makna ridha terhadap Allah sebagai Tuhan ialah merasa benci terhadap peribadatan kepada selain-Nya. Firma Allah: “. Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, Padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain[526]. kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.".(Qs. Al-An’am: 164)

2. Ridha dengan apa yang datang dari Allah, baik dalam bentuk perintah maupun larangan.

3. Ridha terhadap qodha dan qadar Allah. Sesungguhnya pilihan Allah untuk hamba-Nya ada dua macam: pertama, pilihan keagamaan dan syariat. Hamba tidak diwajibkan untuk memilih selain dengan apa yang telah dipilihkan oleh Allah yaitu Islam sebagai agama. Kedua, ikhtiar kauni qadari (pilihan yang berkenaan dengan alam dan takdir) yang dipilihkan oleh Tuhan, seperti musibah yang ditimpakan kepada seorang hamba, seorang hamba itu boleh menuju takdir yang dapat menghindarinya.

C. Nilai positif sikap Ridha                         

Seorang Muslim harus ridha kepada Allah, karena seorang Muslim menyadari bahwa Allah lah yang menciptakan alam semesta dan seluruh isinya. Seorang Muslim juga ridha kepada Rosul dan jihad pada jalan-Nya. Artinya, Allah dan Rosul-Nya sebagai pilihan yang harus diperjuangkan sesuai dengan syariat yang telah diturunkan-Nya. Setiap Muslim berkewajiban untuk menerima segala ketentuan dan ketetapan Allah, ataupun Rosul-Nya sebagaimana adanya. Artinya penerimaan seorang Muslim terhadap ketentuan Allah harus mengikuti teladan Rosulullah.

Rosulullah menerangkan bahwa seseorang akan merasakan kemanisan iman tatkala dia mampu mencintai Allah dan Rosul-Nya lebih dari segala-galanya. “barang siapa yang terdapat padanya 3 perkara, maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu: Ridha kepada Allah dan Rosul-Nya melebihi Ridhanya kepada yang lain-lain. Ridha kepada manusia karena Ridha kepada Allah semata-mata. Membenci terhadap kekufuran seperti kebenciannya bila dilemparkan ke dalam api neraka.”. (H.R. Bukhori dan Muslim).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar