Sabtu, 15 Juni 2013

Materi Ajar Tentang Adil

I.     Adil
  
A.  Pengertian Adil 

     Kata Adil dalam bahasa Arab berasal dari kata (عدل- يعد ل- عدلا) yang mempunyai arti menyamakan, meluruskan, atau menyeimbang. Dan orang yang berlaku adil disebut (عا دل).  Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata adil diartikan: “tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak pada yang benar, berpegang pada kebenaran, sepatutnya, tidak semenang-menang”. Makna adil menurut ilmu akhlak ialah meletakkan sesuatu pada tempatnya atau menerima hak tanpa lebih memberikan hak pada orang lain tanpa kurang atau memberikan hak setiap yang berhak secara lengkap, tanpa lebih dan tanpa kurang antara sesama yang berhak, dalam keadaan yang sama, dan menghukum yang jahat sesuai dengan kesalahan. 

B.  Karakteristik Sikap Adil 

    Setiap mukmin harus berlaku adil dalam segala hal di antarannya: 

1.    Adil terhadap diri sendiri, orang, istri dan anak.
 “ Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia[361] Kaya ataupun miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.”(Qs. An-Nisa: 58).
 
2.    Adil dalam mendamaikan perselisihan
“dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar Perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar Perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau Dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu Berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang Berlaku adil. (Qs. Al-Hujarat: 9)

 3.    Adil dalam bertutur kata 
“dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. dan apabila kamu berkata, Maka hendaklah kamu Berlaku adil, Kendatipun ia adalah kerabat(mu)[519], dan penuhilah janji Allah[520]. yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.” (QS. Al-An’am: 152)

4.    Adil terhadap musuh
”Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(Qs. Al-Maidah: 8)
 
      Anak yang adil terhadap orang tuannya, adalah apabila memenuhi hak orang tuannya dengan sebaik-baiknya, misalkan bertutur kata yang sopan, bersikap hormat dan lain-lain. Seorang hamba dianggap adil terhadap Tuhannya apabila selama hidupnya dapat memenuhi hak Allah yaitu bertakwa. Dan sebagai siswa berbuat adil terhadap dirinya apabila berbuat baik dari sikap maupun perilakunya.

C.  Nilai positif adil  

    Keadilan adalah pilar kehidupan yang bernilai tinggi, baik dan mulia. Tidak adanya keadilan maka kehidupan akan menjadi timpang. Bila keadilan diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara maka sudah tentu ketinggian kebaikan dan kemuliaan akan menjadi realita kehidupan. Jika seseorang dapat berhasil mewujudkan adil tentu akan meraih keberhasilan dalam hidupnya, memperoleh ketenangan batin dan kesejahteraan dunia maupun akhirat. Dan jika adil itu diterapkan dalam kehidupan keluarga maka keluarga itu akan menjadi keluarga yang sakinah dan sejahtera. Dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara jika keadilan itu dapat diwujudkan, para pemimpin, hakim polisi dan lainnya maka masyarakat aman, tenteram damai akan dapat diraih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar