I. Adil
A.
Pengertian
Adil
Kata Adil dalam bahasa Arab berasal dari kata (عدل- يعد ل- عدلا) yang mempunyai arti menyamakan, meluruskan, atau menyeimbang. Dan orang yang berlaku adil disebut (عا دل).
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata adil diartikan: “tidak berat
sebelah, tidak memihak, berpihak pada yang benar, berpegang pada kebenaran,
sepatutnya, tidak semenang-menang”. Makna adil menurut ilmu akhlak ialah
meletakkan sesuatu pada tempatnya atau menerima hak tanpa lebih memberikan hak
pada orang lain tanpa kurang atau memberikan hak setiap yang berhak secara
lengkap, tanpa lebih dan tanpa kurang antara sesama yang berhak, dalam keadaan
yang sama, dan menghukum yang jahat sesuai dengan kesalahan.
B.
Karakteristik
Sikap Adil
Setiap mukmin harus
berlaku adil dalam segala hal di antarannya:
1.
Adil terhadap
diri sendiri, orang, istri dan anak.
“ Wahai
orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan,
menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan
kaum kerabatmu. jika ia[361] Kaya ataupun miskin, Maka Allah lebih tahu
kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin
menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau
enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa
yang kamu kerjakan.”(Qs. An-Nisa: 58).
2.
Adil dalam
mendamaikan perselisihan
“dan kalau
ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan
antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar Perjanjian terhadap yang lain,
hendaklah yang melanggar Perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada
perintah Allah. kalau Dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut
keadilan, dan hendaklah kamu Berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang
yang Berlaku adil. (Qs. Al-Hujarat: 9)
3.
Adil dalam
bertutur kata
“dan
janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih
bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. dan sempurnakanlah takaran dan timbangan
dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar
kesanggupannya. dan apabila kamu berkata, Maka hendaklah kamu Berlaku adil, Kendatipun
ia adalah kerabat(mu)[519], dan penuhilah janji Allah[520]. yang demikian itu
diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.” (QS. Al-An’am: 152)
4.
Adil terhadap
musuh
”Hai
orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan
(kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali
kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil.
Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah
kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(Qs.
Al-Maidah: 8)
Anak
yang adil terhadap orang tuannya, adalah apabila memenuhi hak orang tuannya
dengan sebaik-baiknya, misalkan bertutur kata yang sopan, bersikap hormat dan
lain-lain. Seorang hamba dianggap adil terhadap Tuhannya apabila selama
hidupnya dapat memenuhi hak Allah yaitu bertakwa. Dan sebagai siswa berbuat
adil terhadap dirinya apabila berbuat baik dari sikap maupun perilakunya.
C.
Nilai
positif adil
Keadilan
adalah pilar kehidupan yang bernilai tinggi, baik dan mulia. Tidak adanya
keadilan maka kehidupan akan menjadi timpang. Bila keadilan diwujudkan dalam
kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara maka sudah tentu
ketinggian kebaikan dan kemuliaan akan menjadi realita kehidupan. Jika seseorang
dapat berhasil mewujudkan adil tentu akan meraih keberhasilan dalam hidupnya,
memperoleh ketenangan batin dan kesejahteraan dunia maupun akhirat. Dan jika adil itu diterapkan dalam
kehidupan keluarga maka keluarga itu akan menjadi keluarga yang sakinah dan
sejahtera. Dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara jika keadilan
itu dapat diwujudkan, para pemimpin, hakim polisi dan lainnya maka masyarakat
aman, tenteram damai akan dapat diraih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar