Sabtu, 15 Juni 2013

Berbagai Media yang dapat digunakan dalam Pembelajaran

I. Power Point



2. Video



3. Gambar



Materi Ajar Tentang Kerukunan


KERUKUNAN

Pengertian
Dalam bahasa Arab kerukunan biasanya diterjemahkan dengan tasamuh artinya rukun, toleransi, tenggang rasa atau saling menghargai. Secara istilah kerukunan artinya suatu sikap yang senantiasa saling menghargai antar sesama manusia.
Kerukunan terdiri dari dua macam, yaitu kerukunan terhadap sesama muslim dan kerukunan terhadap selain muslim.

Prinsip dasar tentang kerukunan

Dalam mengamalkan kerukunan Islam telah memberikan prinsip pada umatnya agar melakukan hal-hal berikut:
1.    Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. 
2.    Saling mencintai sesama manusia, sikap tenggang rasa.
3. Tidak Semena-mena terhadap Orang lain
4. Menjunjung tinggi Nilai Kemanusiaan
5. Merasa sebagai bagian Umat manusia


 


Materi Ajar Tentang Persatuan


I.            Persatuan 
 
A.    Pengertian
Persatuan dalam bahasa Arab disebut dengan kata “ittikhaadun”. Menurut KBBI, persatuan diartikan: gabungan beberapa bagian yang sudah satu. Secara istilah persatuan sebagai bentuk kecenderungan asasi manusia sebagai makhluk sosial yang diaktualisasikan dalam bentuk kegiatan.

 

B.    Nilai positif Persatuan
Tujuan pengaturan tata hubungan sosial itu adalah untuk menciptakan masyarakat yang terintegrasi dalam wadah sosial yang kokoh. Dalam sosiologi disebutkan bahwa pada kehidupan masyarakat sangat mungkin akan timbul adanya pertentangan-pertentangan sosial. Pertentangan-pertentangan itu disebabkan karena adanya tuntutan pemenuhan kebutuhan baik individu, maupun kelompok. Dari sinilah akan timbul prasangka-prasangka negatif yang menyulut menjadi konflik. Namun hal itu bisa diatasi  jika anggota masyarakat menunjukkan sikap positif, mau bersikap terbuka dan lapang dada.

Materi Ajar tentang Amal Saleh



     I.     Amal Shaleh

A.   Pengertian

Amal saleh berasal dari dua kata yaitu, amal yang artinya perbuatan dan saleh diartikan  Hasuna yang artinya baik atau dapat juga diartikan lawan dari rusak. Dan kata amal shaleh menurut kamus bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
Amal (perbuatan, pekerjaan, misalnya tiada amalannya yang patut dipuji, sedikit bicara banyak amal), amal juga bisa diartikan perbuatan baik. Beralam dalam bahasa Indonesia artinya berbuat amal, melakukan sesuatu yang baik.
Secara istilah amal saleh diartikan: perbuatan yang sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah maupun menunaikan kewajiban agama yang dilakukan dalam bentuk berbuat baik terhadap masyarakat atau sesama manusia yang didasarkan pada iman. Menurut Mahmud Syaltut, yang dimaksud dengan amal saleh adalah tiap perbuatan yang mendatangkan kebaikan untuk diri sendiri, kaum, keluarga, dan kemaslahatan umat manusia.
Firman Allah berkaitan dengan amal saleh: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”.(Qs. Al-Nahl: 97).
Ruang lingkup amal shaleh itu amat luas sekali. Di antaranya: menuntut ilmu, menggerakkan pembangunan, memajukan pengajaran, pendidikan, mendirikan dan memelihara tempat ibadah, menyantuni fakir miskin dan masih banyak yang lainnya.

B.  Nilai Positif Amal Saleh

Amal saleh seperti pohon yang menghasilkan buah baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Dalam Al-Qur’an banyak yang menyebutkannya:
Rezeki yang baik: Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. (Qs. Al-Hajj: 50)

Derajat yang tinggi: dan Barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam Keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, Maka mereka Itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang Tinggi (mulia). (Qs. At-Taha: 75)

C. Membiasakan  amal saleh

Mengerjakan amal saleh adalah kewajiban bagi seorang muslim baik sebagai individu maupun umat, kaum dan bangsa. Beramal saleh akan mendatangkan hal-hal positif.
Membiasakan amal saleh itu dimulai dari keterbiasaan kita melakukan hal-hal yang positif, dan kecil terlebih dahulu. Mulai dari lingkungan keluarga misalnya, membantu pekerjaan rumah orang tua, di masyarakat peka terhadap masalah sosial, misalkan ada kerja bakti maka sebagai muslim yang baik juga ikut berpartisipasi. 
          Amal saleh tidak memandang ruang dan waktu, tidak hanya pada saat yang lapang saja, tapi juga dalam situasi yang bagaimanapun kritisnya.

Materi Ajar Tentang Ridho



         I.     Ridha

A.  Pengertian Ridha

Ridha berasal dari kata (رضي – يرض- رضا و رضوانا) yang telah terserap ke dalam bahasa Indonesia dan kamus bahasa Indonesia, kata tersebut diartikan: “rela, suka, senang hati”.jadi ridha adalah ketetapan hati untuk menerima segala keputusan yang sudah ditetapkan.

B.  Karakteristik sikap Ridha

1. Makna ridha terhadap Allah sebagai Tuhan ialah merasa benci terhadap peribadatan kepada selain-Nya. Firma Allah: “. Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, Padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain[526]. kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.".(Qs. Al-An’am: 164)

2. Ridha dengan apa yang datang dari Allah, baik dalam bentuk perintah maupun larangan.

3. Ridha terhadap qodha dan qadar Allah. Sesungguhnya pilihan Allah untuk hamba-Nya ada dua macam: pertama, pilihan keagamaan dan syariat. Hamba tidak diwajibkan untuk memilih selain dengan apa yang telah dipilihkan oleh Allah yaitu Islam sebagai agama. Kedua, ikhtiar kauni qadari (pilihan yang berkenaan dengan alam dan takdir) yang dipilihkan oleh Tuhan, seperti musibah yang ditimpakan kepada seorang hamba, seorang hamba itu boleh menuju takdir yang dapat menghindarinya.

C. Nilai positif sikap Ridha                         

Seorang Muslim harus ridha kepada Allah, karena seorang Muslim menyadari bahwa Allah lah yang menciptakan alam semesta dan seluruh isinya. Seorang Muslim juga ridha kepada Rosul dan jihad pada jalan-Nya. Artinya, Allah dan Rosul-Nya sebagai pilihan yang harus diperjuangkan sesuai dengan syariat yang telah diturunkan-Nya. Setiap Muslim berkewajiban untuk menerima segala ketentuan dan ketetapan Allah, ataupun Rosul-Nya sebagaimana adanya. Artinya penerimaan seorang Muslim terhadap ketentuan Allah harus mengikuti teladan Rosulullah.

Rosulullah menerangkan bahwa seseorang akan merasakan kemanisan iman tatkala dia mampu mencintai Allah dan Rosul-Nya lebih dari segala-galanya. “barang siapa yang terdapat padanya 3 perkara, maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu: Ridha kepada Allah dan Rosul-Nya melebihi Ridhanya kepada yang lain-lain. Ridha kepada manusia karena Ridha kepada Allah semata-mata. Membenci terhadap kekufuran seperti kebenciannya bila dilemparkan ke dalam api neraka.”. (H.R. Bukhori dan Muslim).